Dimuat ku: Urang Sunda | Juli 9, 2010

Green Canyon Pangandaraan

Selama ini kita tentu sering mendengar tentang eksotisme obyek wisata Grand Canyon yang terletak di daerah utara Arizona, Amerika Serikat. Grand Canyon merupakan fenomena alam yang berbentuk jurang dan tebing terjal serta dialiri oleh Sungai Colorado. Bagi Anda yang memendam keinginan kuat untuk mengunjungi tempat tersebut namun terkendala oleh biaya, Anda jangan kecewa. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa Indonesia juga memiliki obyek wisata serupa. Di daerah Jawa Barat, terdapat aliran sungai yang diapit oleh tebing yang menjulang sehingga menciptakan pemandangan yang sangat eksotis dan nyaris persis dengan pemandangan di Grand Canyon Amerika. Oleh karena itulah, pesona alam di tanah Pasundan tersebut diberi nama Green Canyon.
Pada awalnya, obyek wisata eksotis ini bernama Cukang Taneuh yang berarti “jembatan tanah”. Hal itu dikarenakan di hulu aliran Sungai Cijulang terdapat sebuah jembatan tanah dengan lebar 3 meter dan panjang 40 meter. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Kertayasa dan Desa Batukaras yang dipisahkan oleh tebing yang tinggi sehingga membentuk sebuah terowongan di atas sungai. Pada tahun 1990, dua orang turis dari Prancis dan Swiss yang mengunjungi Cukang Taneuh sangat terpesona dengan keindahan alamnya. Mereka kemudian menyebut tempat itu sebagai Green Canyon. Kemudian pada tahun 1993, seorang warga Prancis mempopulerkan nama itu hingga saat ini.
Boleh dibilang bahwa nama Green Canyon merupakan plesetan dari Grand Canyon. Hal itu hanya untuk menggambarkan bahwa kedua tempat tersebut memiliki kesamaan kontur alamnya. Pembedanya adalah, jika pemandangan alam Grand Canyon di Amerika didominasi oleh warna coklat dan merah, Green Canyon di Jawa Barat didominasi oleh warna hijau. Hingga saat ini masih ada papan nama bertuliskan Cukang Taneuh di dekat pintu gerbang obyek wisata ini. Namun, kebanyakan orang lebih sering menyebutnya dengan nama Green Canyon.

Aliran Sungai Cijulang
Bagi Anda yang ingin mencari sensasi wisata yang berbeda, mengunjungi Green Canyon merupakan satu pilihan yang cukup menarik. Anda akan disuguhi dengan perpaduan lukisan alam yang begitu unik dan menantang untuk dijelajahi. Mulai dari menyusuri Sungai Cijulang yang diapit oleh tebing-tebing tinggi, menembus gua yang penuh dengan stalagtit dan stalakmit, berenang, bahkan Anda juga bisa melakukan aktivitas menyelam di sungai dan panjat tebing.

Keistimewaan
Pemandangan yang menyejukkan mata akan menyambut ketika Anda menapakkan kaki di Dermaga Ciseureuh. Sesaat setelah melakukan pengarungan, mata Anda akan dimanjakan dengan warna hijau pepohonan dan hijau tosca aliran sungai. Di sisi aliran Sungai Cijulang, terdapat tebing dan bukit yang ditumbuhi rimbunnya pepohonan serta bebatuan. Suara angin yang meniup pepohonan dan sesekali suara kicauan burung seolah melengkapi perjalanan Anda. Jika beruntung, Anda dapat melihat biawak karena Sungai Cijulang merupakan habitat hewan reptil yang mirip komodo tersebut. Hewan-hewan lain seperti ular kadut dan monyet pun sering terlihat di tempat ini. Selain itu, pengarungan sungai dengan menggunakan ketinting (kapal kecil) tidak akan pernah bisa Anda lupakan.

Mengarungi Sungai


Setelah 20 menit perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan sepasang bukit yang kokoh. Lebar sungai akan semakin menyempit dan ketinting akan kian melambat. Anda pun akan tiba di mulut Gua Green Canyon dengan stalaktit dan stalagmitnya yang unik. Aliran air di dalam gua ini cukup deras, berbeda dengan aliran air pada saat memulai pengarungan. Sampai di sini, ketinting sudah tidak bisa mengantarkan Anda. Namun, ada dua pilihan yang bisa Anda lakukan, yaitu memasuki gua dengan berjalan kaki atau melakukan perjalanan pulang kembali ke dermaga.
Jika Anda memutuskan untuk turun dari ketinting dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, maka petualangan yang sebenarnya baru saja dimulai. Setelah menapakkan kaki di atas bebatuan, pemandangan yang indah telah menanti Anda. Stalagmit dan stalaktit yang menghias dinding gua seakan berbaris untuk mengucapkan selamat datang atas kehadiran Anda.
Tidak hanya cukup sampai di situ, jika Anda ingin menyaksikan pemandangan yang lebih mengagumkan lagi, Anda bisa berenang sekitar 10 meter ke dalam gua dengan menggunakan pelampung. Di sana Anda akan menemukan pemandangan yang menakjubkan. Gemericik air yang tiada henti menyerupai hujan deras membasahi dinding tebing dan bebatuan. Tempat tersebut disebut sebagai daerah Hujan Abadi, dikarenakan volume air yang tidak pernah surut walau di musim kemarau sekalipun.

Percikan Air Terjun Palatar dan Hujan Abadi
Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi Anda yang suka menyelam. Tinggal membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan berbagai jenis ikan yang berenang ke sana ke mari di dasar lubuk. Bagi yang suka melakukan aktivitas yang menantang, Anda dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5 meter ke dasar lubuk yang dalam.
Selain kaya dengan pesonanya, Green Canyon juga memuat sejumlah mitos. Menurut cerita yang beredar di masyarakat lokal, barangsiapa yang membasuh wajah menggunakan percikan air yang menetes di dalam gua akan awet muda, mudah dapat jodoh, serta dilancarkan rejekinya. Oleh karena itu, banyak wisatawan yang mandi di bawah percikan Air Terjun Palatar yang ada di mulut gua. Tak jarang mereka juga meminum percikan air tersebut. Selain itu, ada juga pantangan tidak boleh dilakukan, yakni mengucapkan kata-kata yang tidak sopan dan juga kata “buaya”.
Setelah puas berenang, menyelam, dan menikmati pesona Green Canyon, Anda dapat kembali ke mulut gua untuk menemui pemilik ketinting sewaan yang menunggu Anda untuk pulang ke dermaga. Untuk berwisata ke Grand Canyon, sebaiknya Anda berkunjung pada musim kemarau atau bulan Mei hingga September. Saat musim kemarau, air Sungai Cijulang berwarna hijau tosca dan debit air sangat cocok untuk melakukan pengarungan. Sedangkan pada musim hujan, air sungai akan berwarna cokelat dan kemungkinan sungai akan pasang serta berarus deras sehingga dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan.

Lokasi
Secara administratif, obyek wisata Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Akses
Green Canyon hanya berjarak sekitar 31 km dari Pantai Pangandaran atau sekitar 45 menit perjalanan. Sedangkan dari ibukota Kabupaten Ciamis berjarak 130 km, dan 393 km dari Jakarta atau kurang lebih 7–8 jam perjalanan darat. Setelah sampai di Dermaga Ciseureuh, Anda harus melanjutkan perjalanan menyusuri Sungai Cijulang menggunkan kapal kecil atau ketinting. Jarak dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3 km dan biasa ditempuh dalam waktu 30–40 menit pulang pergi.

Harga Tiket
Untuk dapat menyusuri Sungai Cijulang dengan tepian tebing-tebing yang tinggi, Anda dapat menyewa sebuah perahu dengan tarif Rp75.000,00 yang bisa diisi oleh 5 penumpang. Tarif ini berlaku selama 45 menit pengarungan sungai. Jika Anda ingin menjelajah lebih jauh ke hulu sungai, Anda harus membayar biaya tambahan kepada tukang perahu yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan.
Bagi Anda yang ingin berenang menyusuri lorong-lorong bebatuan yang unik dan merasakan sensasi hujan abadi atau cipratan Air Terjun Palatar, Anda bisa menyewa pelampung yang disediakan oleh awak kapal. Untuk satu pelampung dikenai biaya Rp5.000,00 (Februari 2009).

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Dermaga Ciseureuh merupakan fasilitas utama yang telah dibangun di tempat ini. Tidak hanya berfungsi sebagai dermaga di mana tempat kapal berlabuh, di tempat tersebut juga terdapat mushola, taman bermain, kamar mandi umum, rumah makan, dan berbagai toko yang menjual suvenir maupun makanan. Karena lokasinya yang berdekatan dengan obyek wisata Batu Karas, Pangandaran, Cagar Alam Sungai Citumang, dan berbagai obyek wisata lainnya, maka Anda tidak perlu merisaukan masalah penginapan karena di sekitar obyek wisata ini terdapat banyak hotel maupun wisma yang dapat Anda sewa untuk beristirahat.
Tips Perjalanan
Bila memutuskan untuk datang ke Green Canyon, sebaiknya siap untuk menempuh perjalanan yang melelahkan, karena waktu tempuhnya bisa 8 jam dari Jakarta. Bagi yang membawa mobil pribadi, sebaiknya ada orang yang bisa bergantian menyetir. Disarankan untuk membawa obat anti mabuk, bagi yang memiliki masalah dalam perjalanan jauh. Green Canyon dibuka sejak pukul 10.00 sampai 16.00, ongkos perahu Rp 70.000 – PP. Sewa pelampung Rp .5000 per pelampung. Siapkan juga pakaian ganti dan handuk apabila ingin berenang. Percaya atau tidak ada pantangan untuk tidak berkata-kata kotor dan menyebut ‘buaya’ selama berada di Green Canyon. Wajar apabila memberikan tips kepada awak perahu, karena mereka harus menunggu lama, ketika Anda berenang ke hulu.

Dimuat ku: Urang Sunda | April 14, 2010

Tempat Wisata Patuha – Patuha Resort

Kawah Putih Gunung Patuha
Gunung Patuha merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di wilayah Bandung Selatan Provinsi Jawa Barat, Tingginya 2.386 meter. Gunung patuha memiliki kawah yang sangat eksotik, yaitu kawah putih. Kawah yang terbentuk dari letusan gunung patuha itu memiliki dinding kawah dan air yang berwarna putih.

Gunung Patuha mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Selain itu Gunung Patuha memiliki sebuah kawah yang benama Kawah Putih yang sekarang dijadikan obyek wisata.

A. Selayang  Pandang

Danau Kawah Putih  berada di puncak Gunung Patuha yang oleh masyarakat setempat dinamakan juga  Gunung Sepuh. Selain Kawah Putih, gunung yang memiliki ketinggian 2.434 meter  di atas permukaan laut dan bersuhu antara 8-12 derajat celcius ini juga  memiliki Kawah Saat di bagian baratnya. Kedua kawah ini terbentuk akibat  letusan Gunung Patuha pada abad ke-10 dan ke-12. Kawah Putih berada di  ketinggian 2.194 di atas permukaan laut.

Keindahan Danau  Kawah Putih ditemukan pada tahun 1837 oleh ahli botani Belanda peranakan Jerman  bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Sebelumnya, masyarakat sekitar menganggap  puncak gunung tersebut angker dan penuh misteri, sehingga tak seorang pun yang  berani mendatanginya.

Jauh setelah  penemuan itu, yaitu pada tahun 1983, pihak Perhutani Unit III Jawa Barat dan  Banten baru menjadikan kawasan Danau Kawah Putih sebagai objek wisata yang  dibuka untuk umum.

B. Keistimewaan

Di kawasan  tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai keunikan Danau Kawah Putih.  Disamping keindahan alam sekitarnya yang masih asri, pengunjung juga dapat  melihat langsung uap panas keluar dari bebatuan yang diinjak, gelegak air di  tengah kawahnya, dan mencium aroma belerang yang tidak terlalu menyengat.

Pengunjung dapat  menikmati keindahan Danau Kawah Putih sambil berjalan santai mengelilingi danau  atau sambil duduk di shelter-shelter yang ada di kawasan tersebut.  Pengunjung akan menjumpai aneka jenis flora langka, seperti bunga Eldelweis,  tanaman Cantiqi yang harum, tanaman Lemo yang berkhasiat dapat mengusir  binatang berbisa, dan Vaccinium sebagai vegetasi tanaman khas kawah. Selain  berbagai jenis flora, di kawasan ini juga terdapat berbagai jenis fauna,  seperti elang, monyet, kancil, babi hutan, macan kumbang, dan macan tutul.

Pengunjung juga  dapat melihat air kawahnya yang berubah-rubah warna. Terkadang berwarna hijau  apel dan kebiru-biruan. Bila matahari terik dan cuaca terang, warnanya berubah  menjadi coklat. Kendati demikian, warna putih adalah warna dominan air  kawahnya. Dominasi warna putih juga terlihat pada warna pasir dan bebatuan yang  terdapat di sekitar danau tersebut.

C. Lokasi

Danau Kawah Putih  Gunung Patuha terletak di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.  Berjarak sekitar 46 kilometer ke arah selatan dari pusat kota  Bandung.

D. Akses

Dari kota Bandung, pengunjung  yang membawa kendaraan pribadi dapat langsung menuju lokasi Kawah Putih  melewati kota  Ciwidey, gerbang utama menuju kawasan wisata Bandung Selatan. Dari sini, pengunjung  harus berjalan kaki menuju kawah sekitar 5 kilometer lagi.

Bagi pengunjung  yang naik angkutan umum, ada dua alternatif angkutan dari Terminal Bus  Leuwipanjang Bandung, yaitu naik angkutan kota  (angkot) atau naik bus Sukaraja jurusan Bandung-Ciwidey menuju pintu masuk  Kawah Putih.

E. Harga Tiket

Masih dalam proses  konfirmasi

F. Akomodasi dan  Fasilitas

Di kawasan Danau  Kawah Putih terdapat berbagai fasilitas penunjang, seperti toilet umum, areal  parkir, sentra cinderamata dan musholla yang dikelola dengan sangat baik.

Di kawasan ini  terdapat gubug-gubug bambu sebagai lokasi pusat jajanan dan warung serba ada.  Lokasi itu juga digunakan oleh para petani sekitarnya untuk menjual hasil  kebunnya, seperti strawberry, jagung bakar dan rebus, dan buah pepito.

Pengunjung yang  akan bermalam tidak perlu cemas, karena dapat menyewa tenda atau menginap di  villa-villa, hotel-hotel dan wisma-wisma dengan berbagai tipe yang banyak  dijumpai di sepanjang jalur wisata Ciwidey.

Katagori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.